Cara Membuat Flowchart yang Benar : solusibisnis.co.id

Salam, para pembaca yang budiman! Flowchart adalah salah satu alat yang sangat berguna untuk menggambarkan proses, alur, dan keputusan dalam sebuah sistem atau prosedur. Flowchart berguna untuk membantu memahami sebuah proses, melakukan analisis, serta merancang proses yang lebih baik. Dalam artikel ini, kita akan membahas 20 cara yang dapat Anda gunakan untuk membuat flowchart yang benar. Simak baik-baik ya!

Persiapan Sebelum Membuat Flowchart

1. Tentukan tujuan dan target audiens

Tentukan tujuan Anda membuat flowchart dan siapa yang akan membacanya. Jika Anda membuat flowchart untuk proses bisnis, misalnya, pastikan flowchart tersebut dapat dimengerti oleh mereka yang bekerja di bidang tersebut.

2. Tentukan jenis flowchart

Ada banyak jenis flowchart, seperti flowchart proses, flowchart alir dokumen, dan flowchart alur keputusan. Tentukan jenis flowchart yang paling sesuai dengan tujuan Anda.

3. Siapkan peralatan

Anda akan membutuhkan kertas, pensil, dan penghapus untuk membuat flowchart secara manual atau software khusus untuk membuat flowchart secara digital.

4. Identifikasi proses atau alur

Tentukan proses atau alur yang akan digambarkan dalam flowchart Anda. Pastikan Anda telah memahami proses tersebut dengan baik sebelum mulai membuat flowchart.

5. Buat daftar simbol dan notasi

Buat daftar simbol dan notasi yang akan digunakan dalam flowchart Anda. Pastikan simbol dan notasi ini umum digunakan sehingga mudah dimengerti oleh orang lain.

Langkah-Langkah Membuat Flowchart

1. Mulailah dengan simbol awal

Simbol awal pada flowchart menunjukkan dimulainya sebuah proses. Biasanya simbol ini berbentuk lingkaran atau oval.

2. Tambahkan simbol proses

Tambahkan simbol proses yang menunjukkan aktivitas atau tindakan pada proses tersebut. Simbol ini biasanya berbentuk kotak.

3. Tambahkan simbol penghubung

Simbol penghubung menunjukkan hubungan antar proses. Simbol ini biasanya berbentuk panah atau garis.

4. Tambahkan simbol keputusan

Simbol keputusan digunakan untuk menunjukkan pilihan atau percabangan dalam proses. Simbol ini biasanya berbentuk berlian.

5. Tambahkan simbol akhir

Simbol akhir menunjukkan berakhirnya proses atau alur. Biasanya simbol ini berbentuk lingkaran atau oval.

Tips Membuat Flowchart yang Benar

1. Gunakan simbol yang sesuai

Pastikan Anda menggunakan simbol yang sesuai untuk tiap-tiap aktivitas dalam proses.

2. Gunakan kata-kata yang jelas

Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan jelas untuk menjelaskan aktivitas dalam simbol.

3. Jangan terlalu rumit

Hindari membuat flowchart yang terlalu rumit. Pastikan flowchart dapat dimengerti oleh orang yang tidak familiar dengan proses tertentu.

4. Gunakan warna untuk mempertegas

Gunakan warna untuk mempertegas simbol atau aktivitas penting dalam flowchart.

5. Berikan deskripsi

Beri deskripsi singkat pada setiap simbol atau aktivitas dalam flowchart.

Tabel Simbol Flowchart

Simbol Deskripsi
Lingkaran/Oval Mulai atau akhir dari proses
Kotak Aktivitas atau tindakan dalam proses
Panah/Garis Penghubung antar aktivitas dalam proses
Berlian Keputusan atau cabang dalam proses

FAQ Mengenai Flowchart

Q: Apa manfaat dari membuat flowchart?

A: Flowchart dapat membantu memahami proses, melakukan analisis, serta merancang proses yang lebih baik.

Q: Apa saja jenis flowchart yang ada?

A: Ada banyak jenis flowchart, seperti flowchart proses, flowchart alir dokumen, dan flowchart alur keputusan.

Q: Apa saja simbol yang digunakan dalam flowchart?

A: Simbol yang digunakan dalam flowchart antara lain lingkaran/oval, kotak, panah/garis, dan berlian.

Q: Apa tips membuat flowchart yang benar?

A: Beberapa tips membuat flowchart yang benar antara lain menggunakan simbol yang sesuai, kata-kata yang jelas, tidak terlalu rumit, menggunakan warna untuk mempertegas, dan memberikan deskripsi pada setiap simbol atau aktivitas dalam flowchart.

Q: Apa yang harus dilakukan sebelum membuat flowchart?

A: Sebelum membuat flowchart, Anda harus menentukan tujuan dan target audiens, jenis flowchart yang akan digunakan, serta identifikasi proses atau alur yang akan dijelaskan dalam flowchart.

Sumber :